Wawancara dengan Pemenang WRO Berusia 15 Tahun: Menggunakan Drone Cetak 3D untuk Membuka “Saluran Kehidupan” bagi Bantuan Darurat
Pada kompetisi Future Innovators di World Robot Olympiad (WRO) 2025, tim Zurich Robonaut meraih penghargaan tertinggi di Swiss dengan drone lepas landas dan pendaratan vertikal (VTOL) rancangan sendiri untuk pengiriman Automated External Defibrillator (AED) ultra cepat. Tim ini akan mewakili Swiss di final global WRO pada bulan November.

Kami mewawancarai dua pemimpin proyek berusia 15 tahun untuk mendengar tentang inspirasi mereka dan bagaimana mereka mewujudkan ide-ide mereka.
eSUN:Selamat atas hasil luar biasa Anda di WRO Future Innovators 2025! Karena drone semakin penting dalam kehidupan sehari-hari dan industri, apa yang menginspirasi Anda untuk memulai proyek ini?
Ide ini muncul setelah menyadari bahwa layanan medis darurat seringkali membutuhkan waktu lebih dari sepuluh menit untuk merespons. Kami ingin menciptakan cara untuk memberikan pertolongan penyelamatan jiwa lebih cepat daripada metode tradisional.
Kami mengetahui bahwa henti jantung mendadak (SCA) adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Di Swiss, terdapat sekitar 8.000 kasus SCA di luar rumah sakit setiap tahunnya. Tanpa defibrilasi tepat waktu, angka harapan hidup turun 7–10% per menit. Dengan waktu respons rata-rata di kota-kota yang melebihi 10 menit, angka harapan hidup seringkali turun di bawah 10%. Drone kami bertujuan untuk memberikan perawatan jauh lebih cepat, berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa.
eSUN:Bagaimana sistem drone Anda bekerja, dan bagaimana hal itu dapat mengubah respons terhadap keadaan darurat?
Dalam keadaan darurat, Robonaut lepas landas secara otomatis dari pangkalan, menavigasi secara otonom ke lokasi kejadian, dan melakukan pendaratan dengan presisi hingga tingkat sentimeter untuk mengirimkan AED sebelum kembali. Perhitungan kami menunjukkan bahwa di Zurich, drone dapat mengirimkan AED dalam waktu empat menit—sekitar enam menit lebih cepat daripada respons tradisional. Perbedaan waktu tersebut dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari sekitar 10% menjadi hampir 60%.

eSUN:Itu ide yang sangat bagus. Kita tahu bahwa sebagian besar badan drone dibuat dengan pencetakan 3D. Apa yang membuat Anda memilih pencetakan 3D, dan bagaimana Anda melihat perannya dalam proyek Anda?
Kami memilih pencetakan 3D karena menawarkan kebebasan desain, struktur yang ringan, stabilitas, dan perbaikan yang cepat.
Selama proses pengembangan, pencetakan 3D memberi kami fleksibilitas dan kebebasan untuk melakukan iterasi, inovasi, dan optimasi desain dengan cepat.
eSUN:Tantangan apa saja yang Anda hadapi saat menggunakan pencetakan 3D?
Awalnya, kami kesulitan dengan penyetelan parameter, akurasi dimensi, dan adaptasi material. Untuk menghasilkan komponen yang ringan dan presisi, beberapa komponen melewati lebih dari sepuluh iterasi. Namun berkateSUNBerkat bahan dan kemampuan cetaknya yang sangat baik, hasil akhirnya melebihi ekspektasi kami.
eSUN:Bahan apa saja yang terutama Anda gunakan, dan apakah bahan-bahan tersebut memenuhi kebutuhan Anda?
Untuk proyek ini, kami menggunakaneSUN PLA-LW untuk komponen dengan tegangan rendah, dan material serat karbon PA-CF dan PETG-CF untuk struktur dengan stabilitas tinggi.
Untuk pembuatan prototipe dan pengujian,eSUNMaterial yang digunakan sepenuhnya memenuhi kebutuhan kami. Dalam desain mendatang, kami kemungkinan akan menambahkan lebih banyak komponen hasil cetak 3D menggunakan material fleksibel TPU dan komposit industri yang lebih kuat. Namun, untuk produksi massal, komposit industri mungkin masih lebih unggul daripada hasil cetak 3D.

eSUN:Pencetakan 3D berkembang pesat di industri dunia nyata, daneSUN sedang mengembangkan komposit industri baru untuk memenuhi beragam kebutuhan. Bagaimana Anda melihat masa depan pencetakan 3D dalam drone?
Dalam beberapa tahun terakhir, baik material pencetakan 3D maupun printer telah mengalami peningkatan yang signifikan. Kami percaya pencetakan 3D akan terus tumbuh pentingnya, terutama dalam penelitian, pembuatan prototipe, dan produksi skala kecil. Kemampuannya untuk mendukung desain modular, iterasi cepat, dan struktur ringan menjadikannya sangat menarik. Dengan kemajuan material yang berkelanjutan, drone masa depan dapat menjadi lebih fungsional dan andal berkat pencetakan 3D.
Singkatnya, pencetakan 3D adalah jenis kekuatan produktif baru dan teknologi universal yang mentransformasi dunia nyata sekaligus memberdayakan inovator muda untuk mengubah ide menjadi kenyataan.
eSUN terus mendukung pencetakan 3D di berbagai industri, menawarkan sponsor material gratis, kiat pencetakan, dan berbagi pengalaman untuk pendidikan, kompetisi, dan proyek penelitian—mendorong inovasi dan membina bakat.
Siapa pun yang sedang mengerjakan atau merencanakan proyek terkait dipersilakan untuk menghubungi kami. Program dukungan ini berlangsung terus-menerus.








